Selasa, 28 November 2017

Song Lyrics of How Long by Charlie Puth

HOW LONG
CHARLIE PUTH


Verse I :

I'll admit I was wrong
What else can I say girl?
Can't you blame my head and not my heart
I was drunk I was gone
That don't make it right but
Promise there were no feelings involved

Pre - Chorus :

She said boy tell me honestly
Was it real or just for show
She said save your apologies
Baby I just got to know

Chorus :

How long has this been goin' on
You've been creepin' round on me
While you callin' me baby
How long has this been goin' on
You've been acting so shady
I've been feeling it lately baby

Verse II :

I'll admit it's my fault
But you gotta believe me
When I say it only happened once
I try and I try but you'll never see that
You're the only one I wanna love

Back to Pre-Chorus 1x
Back to Chorus 1x
Back to Pre-Chorus 1x
Back to Chorus 2x

Please forgive me if I have some mistake and Correct Me If I'm Wrong I hope this blog can help all of you who want to sing this song

Senin, 30 Oktober 2017

Polisi Masih Selidiki Jenis Senpi yang Digunakan Eks Dokter RSPAD

Jakarta - Polisi mengamankan senjata api yang digunakan eks dokter RSPAD dr Anwari terkait penembakan di parkiran Gandaria City, Jakarta Selatan. Saat ini jenis senjata tersebut masih didalami polisi.

"Masih didalami," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, ketika dihubungi detikcom, Senin (9/10/2017) malam.

Argo menyebut Anwari memiliki surat izin kepemilikan senjata api tersebut. Bahkan Anwari disebut memiliki surat-surat.

"Masih kita dalami, kemarin ada beberapa surat-surat. Suratnya ada," ujar Argo.


Anwari ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan serta Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan ringan. Pada Senin (9/10) Anwari telah dipindahkan dari Polsek Kebayoran Lama ke Polres Jakarta Selatan. Sementara itu, Kasubag Humas Polres Jaksel Kompol Purwanta, mengatakan pemindahan ini dikarenakan tahanan di Polsek Kebayoran Lama penuh. Menurutnya, ini sudah biasa dilakukan bila ada permintaan dari Polsek.

"Polres Metro Jaksel telah menerima tersangka yang di Gandaria City, yang dilaksanakan oleh Polsek Kebayoran Lama dimana hari ini sudah biasa dilakukan apabila memang di Polsek Kebayoran Lama cukup banyak tahanannya sehingga dipindah ke Polres," katanya.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat (6/10) malam lalu di parkiran Mal Gandaria City, Jakarta Selatan. Anwari tidak terima diminta uang parkir oleh petugas parkiran.

Ia pun memarahi petugas parkir tersebut. Tidak hanya itu, Anwari sempat melepaskan tembakan ke atas. 
(yld/rvk)

ARTIKEL INI DI ADAPTASI DARI DETIK NEWS

KPK Telusuri Indikasi Proyek Lain di Kasus Suap Dirjen Hubla

Jakarta - KPK tengah menelusuri indikasi proyek lain dalam kasus suap Dirjen Hubungan Laut (Hubla) nonaktif Antonius Tonny Budiono. Oleh sebab itu, penyidik KPK terus mendalami indikasi proyek lain tersebut. 


"Memang dalam kasus ini, tidak hanya satu atau dua proyek yang diduga terkait dengan pemberian terhadap Dirjen Hubla tersebut, ada sejumlah proyek juga kita dalami saat ini, terutama untuk keterkaitan dugaan gratifikasi yang terdapat pada 33 tas itu," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Senin (9/10/2017).

Namun Febri enggan menyebutkan indikasi proyek lain tersebut. Saat ini belum bisa disebutkan Febri di bidang apa proyek lain itu. 

"Secara spesifik di bidang apa saja, tapi yang pasti ada keterkaitan di sejumlah proyek," kata Febri.

Diberitakan sebelumnya, KPK menemukan Rp 20 miliar dalam OTT Dirjen Hubla Antonius Tonny Budiono. Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut uang tersebut berasal dari banyak pihak.
"Kan proyek itu banyak sekali. Saya nggak hafal, tapi itu dari banyak pihak. Menurut yang bersangkutan, itu dari banyak pihak. Jadi dari banyak pihak, bukan dari satu pengerukan," ungkap Agus kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (30/8).

Namun informasi terkini yang diperoleh KPK, uang tersebut diduga masih dinikmati seorang diri oleh Tonny. Belum ada indikasi orang lain yang juga ikut menikmati.

"Dia (Tonny) menyampaikan sama sekali tidak ada. Bahkan dia memuji menterinya sangat baik," sebut Agus. 
(fai/dhn)

ARTIKEL INI DI ADAPTASI DARI DETIK NEWS

Ketua Pengadilan Kena OTT, Proses Promosi-Mutasi Hakim Dipertanyakan

Jakarta - Dunia peradilan di Indonesia kembali tercoreng karena praktik korupsi. Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado Sudiwardono terkena OTT KPK karena diduga menerima suap dari anggota DPR Aditya Moha.

Menanggapi maraknya OTT para hakim, Direktur Puskapsi Universitas Negeri Jember Dr Bayu Dwi Anggono mengatakan setidaknya ada dua masalah akut di badan peradilan Indonesia. Pertama adalah buruknya proses mutasi dan promosi. Kedua adalah adanya krisis legitimasi.

"Kejadian tertangkapnya ketua PT disebabkan proses mutasi dan promosi di tubuh Mahkamah Agung penuh dengan masalah. Untuk ukuran jabatan ketua PT seharusnya dipilih figur-figur yang memiliki rekam jejak baik. Tindakan tercela hakim berani menerima suap pada saat yang bersangkutan sudah menduduki jabatan strategis tentu dapat dicegah jika saja saat proses promosi dan mutasi MA benar-benar memperhatikan rekam integritas yang bersangkutan dan tidak sekadar karena faktor lain yang tidak ada hubungannya dengan integritas, seperti faktor kedekatan," ujar Bayu dalam siaran persnya kepada detikcom, Selasa (10/10/2017).

Dia mempertanyakan sosok ketua PT yang masih berani menerima suap, padahal jabatannya sudah tinggi. Menurutnya, bukan tidak mungkin ketua PT tersebut melakukan jual-beli putusan saat belum menjabat ketua PT.

"Saat menjadi ketua PT, yang setiap saat menjadi objek pengawasan dari MA dan KY, seorang hakim masih berani memperjualbelikan putusan, maka tidak menutup kemungkinan sebelum-sebelumnya yang bersangkutan berani melakukan praktik tercela ini," ucapnya.

Menurut Bayu, figur ketua PT seharusnya memberikan teladan kepada seluruh hakim yang berada di wilayah tanggung jawabnya. 

"Bagaimana keteladanan pimpinan akan hadir jika pimpinan tersebut justru melakukan praktik tercela semacam ini?" ujarnya. 
(rvk/yld)

ARTIKEL INI DI ADAPTASI DARI DETIK NEWS

Kasus Kepemilikan Satwa Liar, Aa Gatot akan Disidang Siang Ini

Jakarta - Gatot Brajamusti alias Aa Gatot akan menghadapi dakwaan kasus kepemilikan satwa liar yang dilindungi. Sidang perdana tersebut diagendakan pembacaan dakwaan oleh jaksa.

"Untuk (kasus) undang-undang konservasi SDA sidang tanggal 10 Oktober," kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Made Sutrisna, kepada detikcom, Senin (9/10/2017).


Aa Gatot didakwa melanggar UU Nomor 5 Tahun 1990, UU Konsentrasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Secara terpisah, menurut kuasa hukum Gatot, Ahmad Rifai menyebut sidang diagendakan pukul 10.00 WIB.

Seperti diketahui, Kejari Jakarta Selatan sebelumnya menerima berkas tahap kedua Gatot sebanyak 3 berkas yang terpisah. Ketiga berkas itu terkait kepemilikan satwa liar, perlindungan anak (pencabulan, dan kepemilikan senpi dan amunisi.


Ketiga berkas itu akan disidang secara terpisah. Nantinya pada tanggal 12 Oktober Gatot akan menghadapi dakwaan terkait kasus perlindungan anak.

"Sedangkan perlindungan anak sidang tanggal 12 Oktober," ujar Made menambahkan.
Sebelumnya, Gatot divonis 8 tahun penjara atas kasus kepemilikan sabu dan dihukum di Pengadilan Negeri Mataram. Kemudian Gatot dibawa ke Cipinang untuk menjalani hukuman 8 tahun sambil menunggu sidang ketiga kasus tersebut. 
(yld/rvk)

ARTIKEL INI DI ADAPTASI DARI DETIK NEWS

Cerita Jokowi Kena Hangatnya Politik Saat Pilkada dan Pilpres

Jakarta - Presiden Joko Widodo menceritakan kenangannya saat ikut dalam kontestasi Pilkada dan Pilpres beberapa waktu lalu. Dari pengalaman itu, dia merasakan betapa suhu politik kian menghangat dan perlu adanya pengendalian suasana agar tetap kondusif.


"Saya sudah empat kali ikut kontestasi politik. Dua kali di pemilihan wali kota, satu kali di pemilihan gubernur, satu kali di pemilihan presiden. Apa yang saya pelajari dari pengalaman itu? Setiap kali kontestasi politik, suhu politik juga menghangat," cerita Jokowi di laman Facebook resminya saat menghadiri apel Kasatwil di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/10/2017).

Jokowi mengatakan, suhu tersebut akan kembali berulang dalam Pilkada serentak pada 2018 mendatang. Peran aktif Polri dibutuhkan agar mengendalikan suasana tetap kondusif dan tidak menyulut perpecahan di antara masyarakat.

"Saat suhu politik menghangat itulah, Polri dituntut berperan aktif untuk mengendalikan suasana agar tidak semakin memanas dan menyulut perpecahan di kalangan masyarakat. Tugas kita meluruskan isu-isu yang memanaskan situasi. Kalau sudah pada tahap membahayakan, ya penegakan hukum harus tegas. Tidak usah melihat itu siapa!" kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi memerintahkan kepada anggota Polri supaya bersiap diri dan memetakan potensi perpecahan yang bisa saja terjadi di daerah. Polri juga diminta agar solid bersama TNI menciptakan suasana kondusif tersebut.

"Saya mengingatkan Polri bersiap, memperkirakan dan memetakan setiap potensi friksi yang bisa saja terjadi. Jangan sampai sudah kejadian baru kita bingung mencari air untuk memadamkan. Polri harus netral di setiap kontestasi politik dan solid bersama TNI menjaga keamanan dan kesatuan Negara Republik Indonesia," tutur Jokowi. 
(nkn/rvk)

ARTIKEL INI DI ADAPTASI DARI DETIK NEWS

Seperti Finlandia, Sekolah di New Zealand Seperti Bermain

Liputan6.com, Jakarta Bila masyarakat mengenal Finlandia sebagai negara dengan pendidikan terbaik, ternyata New Zealand juga memiliki kualitas yang setara. Bahkan di negara yang berada di selatan bumi ini, hubungan antara pelajar dan gurunya sangat dekat. Bagaimana bisa?

"Untuk peringkat pendidikan terbaik, Finlandia dan New Zealand selalu berada di posisi tiga teratas. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan di New Zealand sudah diakui menjadi salah satu yang terbaik di dunia," ungkap Karmela Christy, Marketing and Strategic Relations Manager Indonesia Education New Zealand.

Karmela juga mengungkapkan, kedekatan antara dosen dan mahasiswa sangat terasa dalam proses belajar mengajar. Tidak hanya berdiri dan menjabarkan pelajaran saja, dosen juga ikut serta dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan di kelas. Sehingga para dosen duduk setara dengan mahasiswa dan boleh bertanya apa saja mengenai pelajaran tersebut.

"Karena sangat dekat, para dosen masih mau menjawab pertanyaan mahasiswanya, meski dikirim jam 11 malam," ujar Karmela yang dahulunya juga menuntut ilmu di New Zealand.

Tidak hanya itu, kemudahan pendidikan di New Zealand juga didukung dengan sarana dan prasarana terbaik. Sehingga mahasiswa nantinya diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mencari ilmu dan berkolaborasi bersama dengan dosen dan mahasiswa lainnya.

Sedangkan di sekolah dasar dan menengah, para siswa sudah diberikan kebebasan untuk memilih apa yang ingin mereka lakukan. Sehingga praktik di workshop menjadi kegiatan bermain yang menyenangkan, ketika menempuh pendidikan di New Zealand.

ARTIKEL INI DI ADAPTASI DARI LIPUTAN6.COM